Ini Bahaya Penyakit Insomnia Pada Anak, Gejala Dan Faktor Penyebabnya

09 March 2019 - Kategori Blog

Ini Bahaya Penyakit Insomnia Pada Anak, Gejala Dan Faktor Penyebabnya

Anak-anak mengalami masalah sulit tidur sering terjadi, namun hal ini dianggap hal biasa dan tidak mendapatkan perhatian khusus oleh orangtua. Padahal jika dibiarkan terjadi bahaya penyakit insomnia pada anak bisa mengalami gangguan perilaku, fungsi sosial dan proses belajar suatu saat nanti.

bahaya-penyakit-insomniaGejala Insomnia Pada Anak

Biasanya penyakit insomnia akan berkurang pada waktu anak-anak mulai masuk usia 3 sampai 5 tahun, dan berhenti pada usia di atas 7 tahun. Namun ada juga yang terus insomnia sampai usia remaja dan dewasa. Ada beberapa gejala yang bisa dijadikan tanda jika buah hati Anda mengalami insomnia, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Pada waktu tidur gelisah.
  • Sering membolak-balikkan badan mencari posisi tidur yang nyaman.
  • Susah untuk memejamkan mata.
  • Menolak untuk tidur.
  • Rewel pada waktu akan tidur.
  • Sering terbangun pada waktu tengah malam lalu terduduk dan kembali tidur.
  • Sering mengigau, menangis atau berteriak pada waktu tidur.
  • Mengalami berjalan saat tidur.
  • Sering mimpi buruk.

Dampak Buruk Insomnia Pada Anak

Jika anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, biasanya akan mengalami perubahan perilaku, seperti menjadi hiperaktif, lebih agresif, mengalami kesulitan untuk konsentrasi, sering melakukan kesalahan, mudah marah, sering mengantuk di siang hari, nafsu makan berkurang. Akibatnya, kesehatan fisik dan psikis anak menjadi terganggu. Untuk lebih jelasnya berikut bahaya penyakit insomnia pada anak.

  • Mengantuk Di Siang Hari

Karena kurang tidur di malam hari menyebabkan anak ngantuk pada siang harinya. Akibatnya kegiatan belajar anak di sekolah akan terganggu dan berdampak pada hasil belajarnya.

  • Kurang Konsentrasi

Kurang tidur bisa menyebabkan badan lemas dan lelah, akibatnya anak tidak bisa konsentrasi dan fokus.

  • Lebih Agresif Atau Pemarah

Kurang tidur juga bisa menyebabkan anak lebih sensitive mudah tersinggung dan cenderung berperilaku hiperaktif.

  • IQ Menurun

Sebuah penelitian yang dilakukan di Unieversity of Virginia menemukan bahwa anak-anak yang mengalami insomnia mengalami penurunan IQ dan tidak mampu mengembangkan hubungan dengan teman-temannya. Tidur memberikan manfaat untuk melindungi ingatan.

  • Masalah Berat Badan

Penelitian yang dilakukan oleh Johns Hopkins Bloomberg Schoolof Public Health menemukan bahwa anak-anak yang mengalami insomnia memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Karena setiap jam tambahan tidur pada anak dapat menurunkan berat badan sebsar 9 persen. Selain itu ditemukan fakta bahwa anak-anak yang kurang tidur 92% memungkinkan mengalami obesitas pada waktu dewasa dibandingkan anak-anak yang cukup tidur.

  • Diabetes

Efek yang buruk dari insomnia pada anak adalah mempengaruhi proses penyerapan glukosa di dalam darah. Akibat berkurangnya 2 jam waktu tidur per malam dalam satu minggu dapat mempengaruhi resistensi insulin akibatnya beresiko terkena diabetes dan terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Faktor Penyebab Insomnia Pada Anak

Cara mengatasi insomnia pada anak kecil sebaiknya ketahui terlebih dulu apa yang menjadi penyebabnya agar penangannya bisa lebih tepat.  Berikut ini beberapa faktor yang umumnya menjadi penyebab anak terkena insomnia.

  1. Stres

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres. Ada banyak jurnal hubungan tingkat stres dengan kejadian insomnia yang bisa dipelajari. Stres pada anak bisa karena lingkungannya, seperti teman, sekolah atau di rumah. Anak-anak gampang merasa khawatir dan cemas yang menyebabkannya stres. Perasaan-perasaan tersebut memicu insomnia. Sebagai orang tua sudah seharusnya memeriksa dan mencari tahu apa yang menjadi penyebab stres pada anak. Berbicaralah kepada anak tentang aktivitasnya dan perasaannya.

  1. Kelebihan Kafein

Tanpa disadari anak-anak banyak minum minuman kemasan yang mengandung soda karena kebiasaannya itu bisa menjadi penyebab kesulitan tidur.

  1. Efek Samping Obat-Obatan

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu bisa menjadi penyebab gangguan tidur. Contohnya obat untuk menangani masalah hiperaktif pada anak efeknya bisa mengakibatkan susah tidur.

  1. Karena Mengidap Penyakit Tertentu

Anak-anak yang memiliki penyakit autism, asma, eksim dan sindrom asperger biasanya mengalami kesulitan tidur nyenyak.

  1. Faktor Lingkungan

Penyebab penyakit insomnia pada anak berikutnya adalah karena faktor lingkungan, seperti: suara bising, suhu kamar yang terlalu panas atau dingin, lampu yang terlalu terang, keberadaan alat-alat elektronik, kamar yang tidak rapih atau kurang sehat.

Demikian informasi seputar bahaya penyakit insomnia, terutama jika menyerang anak-anak. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah referensi.

, , , ,

 
Chat via Whatsapp